Senin, 06 April 2015

AL-QUR'AN BERBICARA TENTANG IRI DAN DENGKI



1.    PENDAHULUAN
“Iri hati dan dengki hati adalah dua dari beberapa sifat buruk manusia yang juga disebut sebagai penyakit batin”. Kedua sifat buruk atau penyakit batin tersebut sebenarnya memiliki pengertian yang tidak sama namun bisa disebut bersumber dari penyebab yang sama. Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan anugerah, rezeki atau kesuksesan yang didapat oleh orang lain, dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Sedangkan dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia atau mendapat nikmat atau kesuksesan dan berusaha untuk menghilangkan kebahagiaan, nikmat atau kesuksesan tersebut.
Rasa iri dan dengki baru tumbuh apabila orang lain menerima kenikmatan, kesuksesan atau kebahagiaan. Biasanya jika seseorang mendapatkan nikmat, kesuksesan atau kebahagiaan, maka akan ada dua sikap reaksi yang akan timbul pada manusia lainnya. 1) Ia benci terhadap nikmat yang diterima orang lain dan senang bila nikmat itu hilang daripadanya. Sikap reaksi inilah yang disebut perpaduan antara dengki dan iri hati. 2) Ia tidak menginginkan nikmat itu hilang dari orang lain, tapi ia berusaha keras bagaimana mendapatkan nikmat semacam itu. Sikap reaksi kedua ini dinamakan keinginan. Dari kedua sikap reaksi manusia tersebut sikap iri dan dengki yang bisa membahayakan atau membawa bencana bagi orang lain. Sebagian manusia cenderung tidak mampu mengelakkan diri dari sifat iri dan dengki ini. Sifat buruk ini bisa terjadi pada setiap manusia dalam berbagai hal, yakni antara lain iri dan dengki kepada tetangga yang punya mobil baru, iri dan dengki kepada rekan yang baru naik jabatan, iri dan dengki kepada seseorang di kantor atau di sekolah yang lebih trampil atau pintar, dan lain sebagainya.





2.    PEMBAHASAN
”Perlu disadari bahwa perasaan iri dan dengki diantara saudara merupakan hal yang wajar sehingga diperingatkan oleh Rosulullah melalui hadits, dengan catatan selama dilakukan dalam batas-batas kewajaran”[ii]. selama tidak menjadi menghalangi untuk saling mencintai, kasih mengasihi, mendambakan kebaikan bagi saudaranya dan bahagia dengan prestasi yang diraihnya.
Rosulullah shalallaahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda, “Janganlah kamu semua dengki mendengki, jangan putus memutuskan hubungan persaudaraan, jangan benci membenci, jangan pula belakang membelakangi (seteru menyeteru) dan jadilah kamu semua hamba Allah sebagai saudara, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepadamu semua” (HR Bukhari dan Muslim).
Rasa iri dan dengki yang baik ini perlu dimiliki dimana rasa iri dan dengki yang mendorong untuk membenahi diri sendiri, karena orang yang cerdas adalah orang yang melakukan persaingan dengan dirinya sendiri dan bukan persaingan dengan saudaramu atau orang lain. Bila hal ini telah disadari, maka anda tidak merasa tersiksa, resah dan gelisah. Persaingan dengan diri sendiri berarti mengembangkan setiap potensi atau kemampuan anda untuk dijadikan kesuksesan di bidang tertentu yang disesuaikan dengan prioritas utamanya. Bukanlah agar supaya diri kita lebih baik dari saudara anda atau teman anda, melainkan agar hidup dan kehidupan anda menjadi berarti dan bermakna. Anda berhak mendapatkan keuntungan, kesuksesan dan prestasi yang anda lakukan atas potensi anda yang dimilikinya. Keuntungan, kesuksesan dan prestasi  akan dapat diraih bila memanfaatkan kemampuan yang dimiliki dengan semaksimal mungkin untuk membangun cita-cita dan tidak menyia-nyiakan sedikitpun waktu yang terbuang dengan percuma. Juga pelajarilah (memikirkan) kesuksesan yang diraih oleh orang lain atau perilaku mereka. Bila anda membuang waktu yang sia-sia dengan termenung tanpa usaha, giat dan bekerja keras, disiplin, maka hanya mendatangkan kepedihan jiwa, penyesalan dan membuat anda merasa terhina.

Larangan bersikap dengki dan iri hati, banyak diterangkan dalam Al-Qur’an, diantaranya dalam Surat An-Nisa ayat 54,


Artinya :“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia  yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga ibrahim, dan kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar”.                                                                                  
Lewat hadits-haditsnya, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kepada umatnya untuk melakukan kedengkian dan bersikap iri hati dalam pergaulan hidup bermasyarakat, diantaranya,
Dari Anas bahwasanya sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi dan janganlah kalian saling memutuskan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari” (HR Bukhari dan Muslim).
Dari Abi Hurairah ra, bahwa sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda “Jauhilah olehmu sikap dengki. Sebab sesungguhnya dengki itu memakan amal kebajikan sebagaimana api memakan kayu bakar.
Pada hakekatnya, hanya ada dua orang yang pantas dengki, sekalipun pengertian dengki disini adalah ghibthah (dengki yang positif),yaitu merasa iri hingga mengapa tidak diberi kenikmatan serupa dengan mereka, namun tidak menginginkan kenikmatan yang berada pada orang lain itu hilang atau pergi.  Jadi tidak seperti lazimnya perasaan iri hati yang dilarang dalam Al-Qur’an dan al-Hadits tersebut di atas.

 Yang pantas diirikan adalah (1) Ketika Allah memberikan harta kekayaan kepada seseorang, kemudian harta tersebut ditasarufkan pada jalan yang diridhoi-Nya. (2) Ketika Allah memberikan ilmu pengetahuan kepada seseorang, kemudian dengan ilmu itu dia memberikan suatu keputusan, dan juga mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain. Dua hal inilah yang pantas untuk diirikan agar kita mendapatkan hal yang sama dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Iri hati dan dengki hati adalah dua dari beberapa sifat buruk manusia yang juga disebut sebagai penyakit batin. Kedua sifat buruk atau penyakit batin tersebut sebenarnya memiliki pengertian yang tidak sama namun bisa disebut bersumber dari penyebab yang sama. Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan anugerah, rezeki atau kesuksesan yang didapat oleh orang lain, dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Sedangkan dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia atau mendapat nikmat atau kesuksesan dan berusaha untuk menghilangkan kebahagiaan, nikmat atau kesuksesan tersebut.


“Agar kita terhindar dari penyakit batin iri dan dengki sebaiknya selalu bersikap rendah hati, tidak merasa lebih dari orang lain. Orang yang rendah hati walaupun misalnya ia tahu bahwa ia memiliki banyak kelebihan dibanding orang lain ia tidak akan merasa bangga apalagi membanggakan kelebihannya”[iii]. Setiap kelebihan yang dimilikinya akan dinikmatinya dengan penuh rasa syukur dan terima kasih kepada TUHAN Yang Maha Pencipta yang telah memberikan kelebihan dan keberuntungan tersebut terhadap dirinya. Demikian pula kekurangan yang ada pada dirinya ia akan dengan ihklas menerima ketentuan TUHAN tersebut apabila ia memang tidak dapat menutup atau memperbaiki kekurangan yang ada pada dirinya ini. Kekurangan pada dirinya bisa berupa kekurangan fisik ataupun kurang cerdas misalnya, ia akan tetap percaya diri untuk berhadapan dengan orang lain karena dibalik kekurangan pada seseorang pastilah ada pula kelebihan yang dimilikinya. Bila ia melakukan perbuatan baik atau berbuat amal kebaikan maka ia melakukan tersebut karena didorong oleh keihklasan yang tulus untuk menolong kepada sesama. Amal kebaikan tersebut dilakukannya karena rasa kasih dan simpatinya pada orang lain.
Janganlah jadi orang yang terlalu banyak bicara, sebab orang yang terlampau banyak bicara dapat membuat hati menjadi keras. Berbicaralah yang tidak penting secukupnya dan hindari menjadi orang yang omong besar, pembual, tukang bohong, dan lain sebagainya. Banyak bicara dalam kebaikan boleh-boleh saja, seperti untuk mengajar, petugas pelayanan, ngobrol biasa dengan teman, tetangga, keluarga, dan lain sebagainya. Jagalah emosi dan nafsu. Emosi dapat membuat hidup menjadi tidak tenang. Oleh karena itu kita sebaiknya selalu menjaga emosi kita agar tidak menjurus ke penyakit hati. Beberapa contoh nafsu yang harus kita tundukkan antara lain seperti nafsu akan harta, nafsu seks, nafsu makan, nafsu jabatan, nafsu marah, nafsu mewujudkan impian, dan lain sebagainya.
“Dan ingatlah selalu akan TUHAN, sehingga dengan mengingat TUHAN kita menjadi takut atas hukuman/amarah-NYA karena melakukan dosa yang disebabkan oleh penyakit batin tersebut”[iv].

A.      Ciri – Ciri Iri Hati dan Dengki
a.    Ciri – ciri sifat iri hati:
1. Tidak dapat melihat orang lain lebih maju, bahagia, atau berhasil.
2. Cenderung senang mencari kesalahan orang lain.
3. Sulit mencukup diri denagn apa yang ada (sulit bersyukur).
4. Senang melihat orang lain susah / menderita / gagal.
5. Cenderung banyak membicarakan / mengexpose masalah orang lain.
b.    Ciri – ciri sifat dengki :
1. Susah melihat orang lain senang.
2. Senang melihat orang lain susah.

B.      Cara Menghindari Iri Hati dan Dengki serta Kebiasaan – Kebiasaan yang Harus Dilatih Agar Terhindar dari Iri Hati dan Dengki
a.    Cara menghindari iri hati:
              1. Sadari iri hati adalah dosa.
2. Belajarlah untuk berjiwa besar agar dapat menyaksikan “Berkat Lebih”     dalam kehidupan orang lain.
3. Sadari tugas kita untuk setia dengan tugas yang dipercayakan pada kita.
              4. Ingatlah bahwa iri hati menjauhkan kita dari Tuhan dan sesama.
              5. Sadarilah bahwa iri hati menghambat kesaksian kita.
              6. Ingatlah iri hati mudah dipakai setan untuk mendatangkan persoalan.
7. Mengertilah bahwa iri hati menyengsarakan kita dan mendatangkan banyak kerusakan.
b.    Cara menghindari dengki:
  1. Selalu meningkatkan iman kepada Allah SWT.
  2. Berupaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
  3. Mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadanya.
4. Meningkatkan sifat Qana’ah (menerima dengan ridlo setiap anugerah                    Allah SWT).
5. Menyadari kedudukan harta dan jabatan dalam kehidupan manusia di dunia
c.    Kebiasaan-kebiasaan yang harus dilatih agar terhindar dari sifat iri hati dan dengki:
1. Membiasakan diri menghormati pendapat orang lain agar terhindar dari konflik.
2.  Membiasakan diri melakukan perbuatan baik, karena Allah bersama orang yang berbuat baik (Q.S. 16 : 128).
3. Membiasakan diri senang dan bersyukur serta memberikan selamat atas  keberhasilan / kebahagiaan orang lain.
              4. Membiasakan diri memelihara hubungan baik/silaturrahim.
5. Membiasakan diri mempelajari, memahami dan memperaktikkan ayat-ayat Allah.
6. Komitmen untuk selalu meningkatkan ke-Islaman terutama salat lima waktu.
              7. Membiasakan diri mensyukuri nikmat/pemberian Allah sekecil apapun.
        
C.     Bahaya – Bahaya Sifat Iri Hati dan Dengki
a.    Bahaya sifat iri hati, antara lain :
              1. Orang iri hati mudah menyimpan dendam.
              2. Orang iri hati mudah menghalalkan segala cara.
              3. Orang iri hati mudah melupakan Firman Tuhan.
              4. Orang iri hati mudah kecewa.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar