1.
PENDAHULUAN
“Iri hati dan dengki hati adalah dua
dari beberapa sifat buruk manusia yang juga disebut sebagai penyakit batin”.
Kedua sifat buruk atau penyakit batin tersebut sebenarnya memiliki pengertian
yang tidak sama namun bisa disebut bersumber dari penyebab yang sama. Iri hati
adalah suatu sifat yang tidak senang akan anugerah, rezeki atau kesuksesan yang
didapat oleh orang lain, dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Sedangkan
dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia atau mendapat
nikmat atau kesuksesan dan berusaha untuk menghilangkan kebahagiaan, nikmat
atau kesuksesan tersebut.
Rasa iri dan dengki baru tumbuh
apabila orang lain menerima kenikmatan, kesuksesan atau kebahagiaan. Biasanya
jika seseorang mendapatkan nikmat, kesuksesan atau kebahagiaan, maka akan ada
dua sikap reaksi yang akan timbul pada manusia lainnya. 1) Ia benci terhadap
nikmat yang diterima orang lain dan senang bila nikmat itu hilang daripadanya.
Sikap reaksi inilah yang disebut perpaduan antara dengki dan iri hati. 2) Ia
tidak menginginkan nikmat itu hilang dari orang lain, tapi ia berusaha keras
bagaimana mendapatkan nikmat semacam itu. Sikap reaksi kedua ini dinamakan
keinginan. Dari kedua sikap reaksi manusia tersebut sikap iri dan dengki yang
bisa membahayakan atau membawa bencana bagi orang lain. Sebagian manusia
cenderung tidak mampu mengelakkan diri dari sifat iri dan dengki ini. Sifat
buruk ini bisa terjadi pada setiap manusia dalam berbagai hal, yakni antara
lain iri dan dengki kepada tetangga yang punya mobil baru, iri dan dengki
kepada rekan yang baru naik jabatan, iri dan dengki kepada seseorang di kantor
atau di sekolah yang lebih trampil atau pintar, dan lain sebagainya.
2.
PEMBAHASAN
”Perlu disadari bahwa perasaan iri dan
dengki diantara saudara merupakan hal yang wajar sehingga diperingatkan oleh Rosulullah
melalui hadits, dengan catatan selama dilakukan dalam batas-batas kewajaran”[ii].
selama tidak menjadi menghalangi untuk saling mencintai, kasih mengasihi,
mendambakan kebaikan bagi saudaranya dan bahagia dengan prestasi yang
diraihnya.
Rosulullah shalallaahu ‘alaihi
wa salam pernah bersabda, “Janganlah kamu semua dengki mendengki, jangan putus
memutuskan hubungan persaudaraan, jangan benci membenci, jangan pula belakang
membelakangi (seteru menyeteru) dan jadilah kamu semua hamba Allah sebagai
saudara, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepadamu semua” (HR Bukhari dan Muslim).
Rasa iri dan dengki yang baik ini
perlu dimiliki dimana rasa iri dan dengki yang mendorong untuk membenahi diri
sendiri, karena orang yang cerdas adalah orang yang melakukan persaingan dengan
dirinya sendiri dan bukan persaingan dengan saudaramu atau orang lain. Bila hal
ini telah disadari, maka anda tidak merasa tersiksa, resah dan gelisah.
Persaingan dengan diri sendiri berarti mengembangkan setiap potensi atau
kemampuan anda untuk dijadikan kesuksesan di bidang tertentu yang disesuaikan
dengan prioritas utamanya. Bukanlah agar supaya diri kita lebih baik dari
saudara anda atau teman anda, melainkan agar hidup dan kehidupan anda menjadi
berarti dan bermakna. Anda berhak mendapatkan keuntungan, kesuksesan dan
prestasi yang anda lakukan atas potensi anda yang dimilikinya. Keuntungan,
kesuksesan dan prestasi akan dapat diraih bila memanfaatkan kemampuan
yang dimiliki dengan semaksimal mungkin untuk membangun cita-cita dan tidak
menyia-nyiakan sedikitpun waktu yang terbuang dengan percuma. Juga pelajarilah
(memikirkan) kesuksesan yang diraih oleh orang lain atau perilaku mereka. Bila
anda membuang waktu yang sia-sia dengan termenung tanpa usaha, giat dan bekerja
keras, disiplin, maka hanya mendatangkan kepedihan jiwa, penyesalan dan membuat
anda merasa terhina.
Larangan bersikap dengki dan iri hati,
banyak diterangkan dalam Al-Qur’an, diantaranya dalam Surat An-Nisa ayat 54,

Artinya :“Ataukah
mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh,
kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga ibrahim, dan kami telah
memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar”.
Lewat hadits-haditsnya, Rosulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kepada umatnya untuk melakukan
kedengkian dan bersikap iri hati dalam pergaulan hidup bermasyarakat,
diantaranya,
Dari Anas bahwasanya
sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling
mendengki, janganlah kalian saling membelakangi dan janganlah kalian saling
memutuskan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidak halal
bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari” (HR Bukhari dan Muslim).
Dari Abi Hurairah ra, bahwa
sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda “Jauhilah
olehmu sikap dengki. Sebab sesungguhnya dengki itu memakan amal kebajikan
sebagaimana api memakan kayu bakar.
Pada hakekatnya, hanya ada dua orang yang pantas dengki,
sekalipun pengertian dengki disini adalah ghibthah (dengki yang positif),yaitu
merasa iri hingga mengapa tidak diberi kenikmatan serupa dengan mereka, namun
tidak menginginkan kenikmatan yang berada pada orang lain itu hilang atau
pergi. Jadi tidak seperti lazimnya perasaan iri hati yang dilarang dalam
Al-Qur’an dan al-Hadits tersebut di atas.
Yang
pantas diirikan adalah (1) Ketika
Allah memberikan harta kekayaan kepada seseorang, kemudian harta tersebut
ditasarufkan pada jalan yang diridhoi-Nya. (2) Ketika Allah memberikan ilmu
pengetahuan kepada seseorang, kemudian dengan ilmu itu dia memberikan suatu
keputusan, dan juga mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain. Dua
hal inilah yang pantas untuk diirikan agar kita mendapatkan hal yang sama dari
sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Iri hati dan dengki hati adalah dua dari
beberapa sifat buruk manusia yang juga disebut sebagai penyakit batin. Kedua
sifat buruk atau penyakit batin tersebut sebenarnya memiliki pengertian yang
tidak sama namun bisa disebut bersumber dari penyebab yang sama. Iri hati
adalah suatu sifat yang tidak senang akan anugerah, rezeki atau kesuksesan yang
didapat oleh orang lain, dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Sedangkan
dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia atau mendapat
nikmat atau kesuksesan dan berusaha untuk menghilangkan kebahagiaan, nikmat
atau kesuksesan tersebut.
“Agar kita terhindar dari penyakit batin iri
dan dengki sebaiknya selalu bersikap rendah hati, tidak merasa lebih dari orang
lain. Orang yang rendah hati walaupun misalnya ia tahu bahwa ia memiliki banyak
kelebihan dibanding orang lain ia tidak akan merasa bangga apalagi membanggakan
kelebihannya”[iii].
Setiap kelebihan yang dimilikinya akan dinikmatinya dengan penuh rasa syukur
dan terima kasih kepada TUHAN Yang Maha Pencipta yang telah memberikan
kelebihan dan keberuntungan tersebut terhadap dirinya. Demikian pula kekurangan
yang ada pada dirinya ia akan dengan ihklas menerima ketentuan TUHAN tersebut
apabila ia memang tidak dapat menutup atau memperbaiki kekurangan yang ada pada
dirinya ini. Kekurangan pada dirinya bisa berupa kekurangan fisik ataupun
kurang cerdas misalnya, ia akan tetap percaya diri untuk berhadapan dengan
orang lain karena dibalik kekurangan pada seseorang pastilah ada pula kelebihan
yang dimilikinya. Bila ia melakukan perbuatan baik atau berbuat amal kebaikan
maka ia melakukan tersebut karena didorong oleh keihklasan yang tulus untuk
menolong kepada sesama. Amal kebaikan tersebut dilakukannya karena rasa kasih
dan simpatinya pada orang lain.
Janganlah jadi orang yang terlalu banyak
bicara, sebab orang yang terlampau banyak bicara dapat membuat hati menjadi
keras. Berbicaralah yang tidak penting secukupnya dan hindari menjadi orang
yang omong besar, pembual, tukang bohong, dan lain sebagainya. Banyak bicara
dalam kebaikan boleh-boleh saja, seperti untuk mengajar, petugas pelayanan,
ngobrol biasa dengan teman, tetangga, keluarga, dan lain sebagainya. Jagalah
emosi dan nafsu. Emosi dapat membuat hidup menjadi tidak tenang. Oleh karena
itu kita sebaiknya selalu menjaga emosi kita agar tidak menjurus ke penyakit
hati. Beberapa contoh nafsu yang harus kita tundukkan antara lain seperti nafsu
akan harta, nafsu seks, nafsu makan, nafsu jabatan, nafsu marah, nafsu
mewujudkan impian, dan lain sebagainya.
“Dan ingatlah selalu akan TUHAN, sehingga
dengan mengingat TUHAN kita menjadi takut atas hukuman/amarah-NYA karena
melakukan dosa yang disebabkan oleh penyakit batin tersebut”[iv].
A.
Ciri – Ciri Iri Hati dan Dengki
a.
Ciri – ciri sifat iri hati:
1. Tidak
dapat melihat orang lain lebih maju, bahagia, atau berhasil.
2. Cenderung
senang mencari kesalahan orang lain.
3. Sulit
mencukup diri denagn apa yang ada (sulit bersyukur).
4. Senang
melihat orang lain susah / menderita / gagal.
5. Cenderung
banyak membicarakan / mengexpose masalah orang lain.
b.
Ciri – ciri sifat dengki :
1. Susah
melihat orang lain senang.
2. Senang
melihat orang lain susah.
B. Cara Menghindari Iri Hati dan Dengki serta
Kebiasaan – Kebiasaan yang Harus Dilatih Agar Terhindar dari Iri Hati dan
Dengki
a. Cara menghindari iri hati:
1. Sadari
iri hati adalah dosa.
2. Belajarlah untuk
berjiwa besar agar dapat menyaksikan “Berkat Lebih” dalam kehidupan
orang lain.
3. Sadari tugas kita
untuk setia dengan tugas yang dipercayakan pada kita.
4. Ingatlah
bahwa iri hati menjauhkan kita dari Tuhan dan sesama.
5. Sadarilah
bahwa iri hati menghambat kesaksian kita.
6. Ingatlah
iri hati mudah dipakai setan untuk mendatangkan persoalan.
7. Mengertilah bahwa
iri hati menyengsarakan kita dan mendatangkan banyak kerusakan.
b. Cara menghindari dengki:
1. Selalu meningkatkan iman kepada
Allah SWT.
2. Berupaya meningkatkan ketaqwaan
kepada Allah SWT.
3. Mensyukuri nikmat Allah SWT
yang telah diberikan kepadanya.
4. Meningkatkan sifat Qana’ah (menerima dengan ridlo setiap anugerah Allah SWT).
5. Menyadari kedudukan harta dan jabatan dalam kehidupan manusia di
dunia
c. Kebiasaan-kebiasaan yang harus dilatih agar terhindar
dari sifat iri hati dan dengki:
1. Membiasakan diri menghormati pendapat orang lain agar terhindar
dari konflik.
2. Membiasakan diri melakukan
perbuatan baik, karena Allah bersama orang yang berbuat baik (Q.S. 16 : 128).
3. Membiasakan diri senang dan bersyukur serta memberikan selamat
atas keberhasilan / kebahagiaan orang
lain.
4. Membiasakan diri memelihara hubungan baik/silaturrahim.
5. Membiasakan diri mempelajari, memahami dan memperaktikkan
ayat-ayat Allah.
6. Komitmen untuk selalu meningkatkan ke-Islaman terutama salat lima
waktu.
7. Membiasakan diri mensyukuri nikmat/pemberian Allah sekecil apapun.
C. Bahaya – Bahaya Sifat Iri
Hati dan Dengki
a. Bahaya sifat iri hati, antara
lain :
1. Orang iri hati mudah menyimpan dendam.
2. Orang
iri hati mudah menghalalkan segala cara.
3. Orang
iri hati mudah melupakan Firman Tuhan.
4. Orang
iri hati mudah kecewa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar